![]() |
| Suasana rapat guru pendidikan agama islam kecamatan Balikpapan Tengah kota Balikpapan di SDN 026 Balikpapan Tengah |
KKG PAI Balikpapan Tengah Gelar Rapat Koordinasi: Guru Agama Jadi Garda Terdepan Cegah Intoleransi dan Radikalisme
Balikpapan, 21 Agustus 2025 —
Suasana hangat namun penuh keseriusan terasa di ruang pertemuan SDN 026 Balikpapan Tengah pada Kamis (21/8/2025). Hari itu, puluhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai sekolah dasar se-Kecamatan Balikpapan Tengah berkumpul untuk mengikuti rapat koordinasi Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI.
Kegiatan rutin yang biasanya membahas program kerja dan teknis pembelajaran kali ini terasa istimewa. Sebab, selain agenda internal, para guru juga mendapatkan materi kebangsaan yang penting dan relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
Materi Kebangsaan dari Densus 88 AT Polri
Hadir sebagai narasumber, AKP Andi Husin Susidi, perwakilan dari Satgaswil Kalimantan Timur Densus 88 Anti Teror Polri. Dalam paparannya, ia mengingatkan peran vital guru agama, khususnya guru PAI, dalam menjaga generasi muda dari bahaya laten intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme.
“Sekolah adalah benteng pertama dan utama dalam membentuk karakter anak bangsa. Jika sejak dini anak-anak sudah diajarkan tentang moderasi beragama, toleransi, dan cinta tanah air, maka mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh ideologi kekerasan,” tegas AKP Andi di hadapan peserta rapat.
Ia menambahkan, dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar, karena penyebaran paham radikal sering kali menyasar anak muda yang masih labil secara emosi dan mudah terpengaruh oleh informasi sepihak.
Bahaya Arus Informasi Digital
Dalam sesi tanya jawab, AKP Andi juga menyoroti peran teknologi. Menurutnya, internet dan media sosial memang memberi manfaat besar bagi pendidikan, tetapi juga membuka celah masuknya propaganda kelompok radikal.
“Anak-anak kita sekarang hidup di era digital. Mereka bisa mengakses apa saja hanya dengan sekali klik. Di sinilah peran guru, terutama guru PAI, untuk memberikan bimbingan agar mereka lebih bijak dalam menggunakan teknologi,” jelasnya.
Guru tidak hanya dituntut menyampaikan materi agama, tetapi juga membekali siswa dengan literasi digital—mampu memilah mana informasi yang benar, mana yang menyesatkan.
Guru PAI sebagai Garda Terdepan
Materi yang disampaikan narasumber ini disambut antusias oleh peserta rapat. Banyak guru merasa bahwa bekal wawasan kebangsaan ini memperkuat peran mereka sebagai pendidik sekaligus pembina karakter.
Salah seorang peserta rapat mengungkapkan, materi ini membuka kesadaran bahwa guru PAI tidak hanya mengajarkan ibadah dan akhlak, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan bangsa. “Kita memang harus jadi teladan. Anak-anak perlu melihat contoh nyata bagaimana guru bisa mengamalkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Sinergi Program Kerja KKG
Selain materi kebangsaan, rapat juga membahas program kerja KKG PAI Kecamatan Balikpapan Tengah. Diskusi meliputi penyusunan jadwal pelatihan guru, pengembangan media pembelajaran digital, hingga rencana kegiatan keagamaan bersama antar-sekolah.
Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam di sekolah dasar, sehingga tidak hanya fokus pada pengetahuan kognitif, tetapi juga menanamkan akhlak mulia, sikap toleransi, serta jiwa nasionalisme.
Harapan ke Depan
Kegiatan rapat koordinasi ini menegaskan bahwa pendidikan agama di sekolah dasar tidak boleh dipandang sebelah mata. Guru PAI bukan hanya penyampai materi, tetapi juga agen perubahan yang mampu membentuk generasi yang religius sekaligus cinta damai.
Dengan dukungan dari pihak kepolisian melalui edukasi kebangsaan, para guru kini semakin yakin akan peran strategis mereka. Harapannya, anak-anak Balikpapan khususnya, dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat, moderat, dan berjiwa nasionalis.
“Kalau guru PAI kuat, maka benteng akhlak bangsa juga akan kuat. Karena dari merekalah lahir generasi yang tidak hanya pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu hidup berdampingan dengan penuh toleransi,” tutup AKP Andi.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, KKG PAI Balikpapan Tengah meneguhkan komitmennya untuk terus bersinergi, mengembangkan diri, dan menjaga keutuhan bangsa melalui jalur pendidikan.
Penulis: Ucupo

0 Komentar