![]() |
| Siswa dan guru SDN OO1 BALIKPAPAN TENGAH duduk manis menunggu film cyber bullying diputar |
SDN 001 Balikpapan Tengah Gelar Nonton Bareng Film Edukatif Bertema Cyber Bullying
Balikpapan, 11 Agustus 2025 – Kesadaran akan bahaya perundungan atau bullying terus menjadi perhatian serius di dunia pendidikan, terlebih pada era digital yang semakin kompleks. Menjawab tantangan tersebut, SDN 001 Balikpapan Tengah melaksanakan kegiatan nonton bareng (nobar) film bertema cyber bullying pada Senin, 11 Agustus 2025. Acara ini berlangsung di bioskop CGV, Mall Balikpapan Plaza, dimulai pukul 08.30 WITA hingga selesai.
Partisipasi Seluruh Warga Sekolah
Kegiatan nobar ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, staf, hingga orang tua dan wali murid. Kehadiran orang tua menjadi nilai tambah karena mereka bisa ikut menyaksikan langsung pesan edukatif yang disampaikan dalam film. Dengan begitu, edukasi mengenai perundungan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi dapat dilanjutkan dalam diskusi keluarga di rumah.
Agenda ini merupakan bagian dari program edukatif yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kota Balikpapan. Program tersebut menggandeng sejumlah pihak yang peduli pada isu perundungan, baik di sekolah maupun di ruang digital. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir upaya nyata untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan sehat secara emosional.
Pesan Edukatif dalam Film
Film yang ditayangkan mengangkat kisah nyata tentang dampak serius dari perundungan di media sosial terhadap kehidupan seorang siswa. Cerita yang dihadirkan tidak hanya menggambarkan penderitaan korban, tetapi juga menunjukkan bagaimana lingkungan sekitar—termasuk teman sebaya, guru, dan keluarga—berperan penting dalam menghentikan siklus bullying.
Melalui kisah tersebut, penonton diajak memahami bahwa tindakan sekecil apa pun di media sosial, seperti komentar negatif, penyebaran foto tanpa izin, atau olok-olok di grup chat, bisa meninggalkan luka mendalam bagi korban. Bahkan, dampaknya bisa berujung pada menurunnya prestasi akademik, gangguan kesehatan mental, hingga putus asa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, film ini juga memberikan perspektif dari sisi pelaku. Banyak kasus perundungan digital berawal dari hal yang dianggap sepele, seperti bercanda berlebihan atau ikut-ikutan tren, tetapi kemudian berkembang menjadi masalah serius yang sulit dihentikan. Dari sini, para siswa diajak untuk lebih bijak sebelum bertindak, khususnya saat menggunakan media sosial.
Harapan dari Guru dan Sekolah
Salah satu guru SDN 001 Balikpapan Tengah menyampaikan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat membuka wawasan siswa mengenai pentingnya menjaga sikap, baik di dunia nyata maupun digital.
“Kami ingin anak-anak kami tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat, baik secara sosial maupun emosional. Edukasi seperti ini sangat penting agar mereka memahami konsekuensi dari tindakan bullying, baik sebagai pelaku maupun korban,” ungkapnya.
Selain itu, pihak sekolah juga menekankan bahwa pembentukan karakter harus dilakukan secara berkesinambungan. Nobar film hanyalah salah satu cara, dan setelahnya, sekolah akan terus mengadakan diskusi kelas, kegiatan literasi, serta program pembinaan karakter lainnya.
Apresiasi dari Orang Tua
Tidak hanya guru dan siswa, para orang tua juga menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai nobar film bertema cyber bullying ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarat dengan nilai moral dan pesan positif. Banyak dari mereka yang berencana menjadikan film tersebut sebagai bahan obrolan bersama anak di rumah.
“Film ini bagus sekali, karena kami sebagai orang tua jadi lebih mudah menjelaskan kepada anak tentang bahaya perundungan. Kadang kalau hanya dinasehati, anak sulit menerima, tetapi lewat film, mereka bisa melihat sendiri akibatnya,” ujar salah satu wali murid dengan antusias.
Keterlibatan orang tua memang menjadi kunci dalam pencegahan perundungan. Dengan komunikasi yang terbuka di rumah, anak akan merasa lebih aman bercerita apabila mereka mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.
Dukungan Pemerintah dan Komunitas
Dinas Pendidikan Kota Balikpapan dalam kesempatan ini menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang digagas sekolah-sekolah. Menurut mereka, perundungan bukan hanya masalah antarindividu, tetapi sudah menjadi isu sosial yang harus ditangani bersama.
Dengan melibatkan sekolah, orang tua, dan komunitas, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya bullying dapat semakin meningkat. Pemerintah kota pun berkomitmen menyediakan program lanjutan, seperti seminar, pelatihan guru, hingga konseling gratis bagi siswa yang terdampak perundungan.
Pembentukan Karakter di Era Digital
Kegiatan ini menandai awal dari pembentukan karakter siswa yang lebih peduli, berempati, dan bijak dalam menggunakan media sosial. Di era digital, literasi teknologi harus berjalan seiring dengan literasi moral. Anak-anak tidak hanya diajarkan cara menggunakan perangkat, tetapi juga ditanamkan nilai tanggung jawab dalam setiap aktivitas daring.
Bagi SDN 001 Balikpapan Tengah, pendidikan karakter menjadi fokus utama yang harus berjalan paralel dengan pendidikan akademik. Karena itu, kegiatan-kegiatan seperti nobar, diskusi kelompok, hingga proyek kelas bertema empati akan terus digalakkan di masa mendatang.
Kesimpulan
Nonton bareng film bertema cyber bullying yang digelar SDN 001 Balikpapan Tengah bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menghentikan segala bentuk perundungan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa setiap kata, tindakan, maupun unggahan di media sosial memiliki konsekuensi yang bisa memengaruhi kehidupan orang lain.
Dengan dukungan penuh dari guru, orang tua, dan Dinas Pendidikan, diharapkan lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang benar-benar aman, menyenangkan, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara utuh.
Penulis: Ucupo

0 Komentar